Aku bermimpi datang ke suatu daerah yang sama sekali belum aku kenal, tetapi sudah aku dengar namanya sejak aku masuh di SD. Dalam mimpi itu aku mendapatkan tugas sebagai salah satu tenaga pendidikan di salah satu SMA, aku datang menghadap kepada pihak yang berwenang setelah aku berkeliling cukup lama mencari lokasi yang ingin aku cari. Ternyata akhirnya ketemu, dan dengan sombong dan angkuhnya orang-orang yang berada di kantor itu tidak satupun melemparkan senyum, tatapan mata curiga mengintai kami yang waktu itu berjumlah 4 orang. Aku pikir karena ini tugas dari pemerintah akan dengan dengan mudah memperoleh pelayanan, ternyata tidak sehingga memerlukan waktu beberapa hari sampai akhirnya kami menyerah dengan keputusan para penentu keputusan dinegeri itu. Dengan seorang temanku waktu itu yang tidak jelas wajah dan identitasnya aku tidur pada sebuah gudang sekolah. Akhirnya setelah menunggu begitu lama hampir satu Minggu aku dipindah tugaskan ke salah satu SMP padahal dalam SK mimpiku itu aku tugas ke SMA. Aku pikir tidak masalah sebab semua sama saja hal itu pun aku dapatkan setelah aku memberikan sejumlah uang sebagai pelicin pekerjaan bukan pelicin baju atau jalan. Mimpi ini terjadi sekitar tahun 1997.
Akhirnya dalam mimpi itupun aku bekerja sebagai guru PNS dengan berbagai intimidasi dan ancaman dari pemda setempat. Apalagi sejak digulirkannya otonomi daerah pemotongan tidak resmi semakin menjadi. DItambah dalam mimpi itu aku bertemu dengan seorang kepala sekolah yang cukup pandai namun arogan dan selalu merasa paling pintar dan benar.
Upaya saling menjatuhkan dan mencemooh terjadi dalam lingkungan kerja, demikian juga dalam lingkungan dimana aku tinggal. Aku benar-benar menemukan orang-orang dengan karakteristik dan perilaku yang benar-benar aneh dan ajaib. Kecurigaan dan kedengkian memang benar-benar melanda tempat tinggalku apalagi dalam mimpi itu aku hanya golongan etnis tersendiri tidak ada orang lain yang satu etnis denganku. Aneh memang susah aku ditertawakan dan diejek mereka, ketika senang mereka dengan musah mendekati. Benar-benar negeri yang aneh dan ajaib. Pendatang dianggap ancaman, orang berpendapat dianggap musuh, tidak mau menerima pendapat orang lain dan seterusnya. Maunya benar dan menang sendiri, itulah sebuah negeri yang aku hadapi dalam mimpiku itu.
Senin, 31 Mei 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar